Dengan merespon banyaknya animo dari masyarakat yang ingin belajar atau bagaimana memulai usaha sablon kaos satuan sehingga biasa menjadi sumber penghasilan, maka berikut tips berdasarkan pengalaman dari Sakasa.com:

Dalam menjual produk jasa sablon kaos satuan yang perlu diperhatikan adalah:

 1. Pasar
Tentukan pangsa pasar yang akan di tuju:
- Apakah pangsa pasar Rumah mode / gerai / Distro
- Apakah pangsa pasar Individu / Komunitas / Instansi

2. Produk
Jika pasar yang dituju telah ditetapkan maka kebutuhan produk bisa diketahui, antara lain:
- Untuk keperluan rumah mode / gerai / distro: biasanya ada ketentuan-ketentuan dalam hal spesifikasi bahan kaos, jenis sablon, model/bentuk.
- Melakukan survey dan bertanya kepada pemilik rumah mode/ gerai / distro tetang spesifikasi dan standarisasi yang diperlukan sebelum melakukan produksi.
- Untuk keperluan individu/ Komunitas / Instansi: biasanya kita mengikuti keinginan konsumen, dengan kesepakatan pemesanan diawal:
- Atau untuk keperluan umum lainnya adalah gabungan dari kedua pangsa pasar diatas.

3. Prospek
- Produk fashion terutama kaos merupakan produk pokok yang paling banyak dicari dan dibutuhkan yang sudah ada sejak dahulu.
- Produk kaos relatif tidak ada masa kadaluarsa, kecuali kaos rusak oleh karena salah dalam penanganannya.
- Prospek usaha kaos merupakan bisnis jangka panjang tetap akan selalu dibutuhkan dan terus berkembang.

4. Budget
- Budget yang diperlukan untuk Pemula berkisar Rp.5jt -15Jt
- Budget untuk Pembelian peralatan produksi meliputi: produk bahan dasar cat, alat-alat sablon dan bahan kaos, serta kebutuhan lain seperti PC & Printer.
- Perlu perhitungan untuk pembelian produk bahan kaos secara grosir dan eceran, pembelian secara grosir akan lebih murah.
- Harga Murah bukan berarti murahan, diperhatikan juga kualitasnya.
- Dana investasi disesuaikan dengan kebutuhan dan juga prospek dari usaha yang dijalankan.

5. Lokasi
- Lokasi yang aksesnya mudah dijangkau.
- Tempat dapat berupa ruangan, garasi, ruko atau tempat yang ada fasilitas listrik dan airnya untuk proses produksi.
- Tersedianya ruangan untuk produksi, desain dan pencucian.
- Akses atau transportasi umum yang memudahkan calon pembeli untuk mendatangi tempat usaha anda.
- Tersedia tempat jasa pengiriman yang terjangkau.

6. Harga
- Untuk mendapatkan harga yang baik dan kompetitif perlu memperhatikan kualitas bahan kaos dan hasil sablon.
- Perhatikan juga harga beli bahan kaos dan bahan cat yang biasanya fluktuatif mengikuti perubahan nilai mata uang. Mengingat bahan cat dan bahan kaos yang kualitasnya bagus biasanya di import dari luar negeri.
- Membeli produk dari beberapa pabrikan dan distributor agar mendapatkan produk dan harga yang baik sesuai.
- Dalam menjual kepada calon pembeli, berikan pelayan dan harga yang baik sehingga kita bisa mendapatkan seorang pembeli yang akan menjadi seorang pelanggan tetap untuk melakukan repeat order.

7. Waktu
- Faktor yang sangat dominan dan umum sering ditanyakan adalah waktu pengerjaan dan penyelesaian.

- Komunikasikan di awal tentang waktu pengerjaan dan penyelesaiannya dengan kondisi beban kerja workshop, sehingga pemesan juga mengerti keadaan kita terutama untuk mendapatkan hasil yang maksimal. - Perhitungkan juga waktu pengiriman barang terutama untuk pengiriman di luar daerah.

Jika hal tersebut diatas sudah dianalisa, maka anda sudah siap memulai usaha sablon kaos satuan atau anda dapat menjadi mitra usaha dalam jaringan sakasa.com. Survey menunjukkan 80% keberhasilan bisnis jika kita mengikuti bisnis yang sudah jadi dan kegagalan berkisar 20%, prosentase tersebut berbanding terbalik jika anda membangun usaha secara sendiri. © 2009 sakasa.com

 

Pembayaran

  • BNI 46
  • Bank BNI
    a/n Agung Santoso
    No. Rek : 0-8660-3911-4

  • Mandiri
  • Bank Mandiri
    a/n Agung Santoso
    No. Rek : 006-000-6301-901

  • PayPal

Tentang Kami

OFFICE & WORKSHOP:
Jl. Cipinang Muara 1 No.19
Pondok Bambu, Jakarta Timur
Tel +62 21 2298 1788

Mobile +62 811 867 4444

email : order@sakasa.com

OFFICE HOURS:
Senin - Sabtu : 09.00 - 17.00 WIB
Minggu / Libur : Tutup